dari lorong yg kembali membelit hati
aku menapaki jalan,
kembali sepi tanpa tautan kasih,
sepi dari gundah yg mulai samar akan rupa,
dan kembali kau torehkan sajak kematian,
dari diri, dari rupa tak berwarna....
aku kembali mencari sosok sang perupa
menenggelamkan diri dari ketakjuban
semua riuh oleh warna sang penderma,
dan kau kemabali,
menawarkan senyum palsu pada tiap malamku
sajak kematian akan kah kau manapaki
mimpi-mimpiku ?
Ruang Pengap 2009
Sunday, November 8, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment