Dan kemudian,
aku terbangun oleh kilau cinta,
dari senyum2 yg seakan pudar,
oleh kalam2 cinta,
kau haturkan segala pengap
lewat janji-janji mu
dan kemudian,
tanpa sadar kau telah menghujamkan
mata pisau,
tepat pada sa'at aku terkapar,
terkapar dari pingsan separo abad yg lalu,
dan kemudian aku berjalan,
dengan sedikit peluh,
dengan sedikit darah memerah
dan kemudian,
aku lewati lorong2 pengap
seraya bertanya,
akankah kau penuhi janji-janji manismu ?
Puisi jingga tak bernyawa,
seakan menertawakan tangis sang pujangga,
hai kau maha bijak, dimana kau tancapkan seribu cintamu,
dan kau hanya tersenyum,
ini lah hidupmu,
kau akan melewati buah manis dari surga,
dari penggalan-penggalan hidup yg penuh makna......
Ruang Pengap 26 Sep 2009
Thursday, November 5, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment