Thursday, July 15, 2010

i

Aku lelah,

sa'at murung pagi kau sandarkan pada kebohongan

aku lelah,

hampir tiap malam ku lukis indah wajahmu,

aku lelah,

bahkan tuk mengenangmu

aku lelah,

bahkan tuk sekedar melihat wajahmu di pusara nadiku

aku lelah,

dan kan ku persiapkan kado indah untukmu

ii

tentang khayalan,

dari buih-buih yg kian nampak dari mu

mengingat akan tanah kosong akan percinta-an ku

anggur kebinasa'an,

dan kemudian mabuk akan ranum janji

perih ketika kau campur anggur penghianatan

tentang rembulan,

tentang malam

tentang matahari

tentang mata hati

dan kemudian mati........

iii

dari putih salju yg kau impmikan

kau mengukir indah namamu di dermaga hatiku

dan kemudian,

kau lupa akan semua tulisan,

tentang Alif

tentang Ba'

tentang Majma Al-Bahrain

tentang bukit Tursina

dan kau lupa akan sebuah nama

dan kau tak sadar

Perahu Nuh tlah ku persiapkan untuk mu

tapi kau berlari dan kemudian tenggelam

akan mimpi2-mu


Ruang Pengap 2010

Wednesday, May 19, 2010

Thursday, February 18, 2010

Etape 2 : Satu Jejak

hari ini aku telusuri satu jejak,
tepat di tikungan dimana aku
menemukanmu (sayang)
hari ini, aku mencoba melangkahkan kaki ku
tepat di tikungan kosong, seperti penatku sa'at ini,

lalu ku menoleh dari riuh jalan mimpi ku dengan mu
kau berujar akan tanyaku
" ku kan melupakan mu mulai hari ini "
sungguh, kau tlah patahkan senja yg tlah ku ukir dengan mu (sayang)
lalu kau meninggalkan ku dengan senyum hangat mu

Ruang Pengap
(In memory 2008)

Etape 1 : Memujamu

Tuhan, aku haturkan beribu terima kasih,
atas semua yg kau berikan padaku,
Tuhan, kau maha adil.......
masih kau pertemukan ku dengan kekasihku
dan pasti ku memujamu,
walau hanya dlm mimpi


Ruang Pengap
2010

Etape 1 : Sepotong Roti Sa'at Dengan Mu (Sayang

Fajar kembali redup kala ku putar nyanyi indahku
sunyi suara air mulai mengusik akan sadarkan,
dan burung seakan muram sa'at kau tak datang pada malam itu.

kemudian, aku basuh kesadaran ku yg mulai suram,
dari sepotong roti yg ku suapkan untukmu.

sa'at itu kau lempar senyup dari altar percinta'an yg ku bangun,
lalu kau tuang madu dari dahaga yg mulai mengancamku

pada ketakjuban yg ku dapat dari celotehmu (Sayang)
ku simpan dengan rapi tepat sa'at mimpi esok nanti.
sepotong roti sa'at itu,
kepersiapkan untuk mu,

sebuah altar panjang untuk hidupmu tlah ku rangkai dlm mimpiku
dan kemudian, sedikitpun kau tak mau melangkahkan kaki mungilmu (Sayang)
kau tetap terdiam. dan kemudian mengejek ku
lalu kau meninggalkan sepotong roti dari ku.

sunguh-sunguh kau luar biasa sa'at ini,
kau lebih memilih indah dan ranum senja kehidupan,
kau mungkin sa'adar sa'at itu.
aku terluaka sayang,
dan kau membunuhku dengan jenaka sa'a itu.

sayang, kau telah lalai dari mimpi yg ku persiapkan untuk mu

Etape 1 : Aku tak bisa

ma'afkan aku,
aku tak bisa,
bahkan ku tak mampu melukis wajahmu
aku tak kuasa berkata,
karna kau tlah mengambil semua yg ku punya
ma'af aku tak bisa


Ruang Pengap 2010

Etape 1 : Balgadaba

penuh sesak,
dari berjuta kemunafikan,
dengan celoteh yg riang
tetap tersuguh di pagi yg suram,

Balgadaba,
engkau negri tanpa roda,
hingga langkah kau hitung dengan nyawa,

Balgadapa,
di manakah engkau,
tunjuk kan langkah ku tuk menggapaimu.....

dan bayangku adalah, keindahan
bukan kepenatan yg ada.


Ruang Pengap 2010