Thursday, February 18, 2010

Etape 1 : Sepotong Roti Sa'at Dengan Mu (Sayang

Fajar kembali redup kala ku putar nyanyi indahku
sunyi suara air mulai mengusik akan sadarkan,
dan burung seakan muram sa'at kau tak datang pada malam itu.

kemudian, aku basuh kesadaran ku yg mulai suram,
dari sepotong roti yg ku suapkan untukmu.

sa'at itu kau lempar senyup dari altar percinta'an yg ku bangun,
lalu kau tuang madu dari dahaga yg mulai mengancamku

pada ketakjuban yg ku dapat dari celotehmu (Sayang)
ku simpan dengan rapi tepat sa'at mimpi esok nanti.
sepotong roti sa'at itu,
kepersiapkan untuk mu,

sebuah altar panjang untuk hidupmu tlah ku rangkai dlm mimpiku
dan kemudian, sedikitpun kau tak mau melangkahkan kaki mungilmu (Sayang)
kau tetap terdiam. dan kemudian mengejek ku
lalu kau meninggalkan sepotong roti dari ku.

sunguh-sunguh kau luar biasa sa'at ini,
kau lebih memilih indah dan ranum senja kehidupan,
kau mungkin sa'adar sa'at itu.
aku terluaka sayang,
dan kau membunuhku dengan jenaka sa'a itu.

sayang, kau telah lalai dari mimpi yg ku persiapkan untuk mu

No comments: