Sunday, November 8, 2009

Sajak Kematian

dari lorong yg kembali membelit hati
aku menapaki jalan,
kembali sepi tanpa tautan kasih,
sepi dari gundah yg mulai samar akan rupa,

dan kembali kau torehkan sajak kematian,
dari diri, dari rupa tak berwarna....
aku kembali mencari sosok sang perupa

menenggelamkan diri dari ketakjuban
semua riuh oleh warna sang penderma,

dan kau kemabali,
menawarkan senyum palsu pada tiap malamku
sajak kematian akan kah kau manapaki
mimpi-mimpiku ?


Ruang Pengap 2009

Friday, November 6, 2009

Nyanyi Bisu Kasuari,

Dan kau terbang,
terdiam,
di selimuti suara alam......

pekat dengan bisu kau raih sang suara,

Nyanyi bisu Kasuari
dari kepak sayap, aku memanggil
tanpa suara, hanya rasa yg kudapat,

Sunyi, bisu dan berakhir
kematian,

Kasuariku,
kemana tarian bengalmu sa'at ini,

kemana suara emasmu kau gadaikan,
sunyi, bisu dan kembali mati

Kasuariku........


Ruang Pengap Oct 2009

Thursday, November 5, 2009

Senja Di Balik Murung Ku

Dan kembali aku berduka,
dan kembali aku mencari makna,
sebuah ketiada'an diri,

dari bilik kamarku, aku mulai melukis wajahmu
dengan setetes embun pagi
ku sulam semua indah parasmu sayank.

duka ini terasa perih,
dengan segala janji yang kau patri di hatiku
dengan tabur senyum yg kau siramkan pada tiap malamku

hai durjana,
adakah kelabu dalam pekat semua ini
pada duka yg menyusup rongga hidupku,

dan aku mulai menapak pada padang kurusetra
dan kemudian aku labuhkan jemari kaki ku
tepat melewati Majma Al Bahrain
kemudian aku menyusuri jejak Musa
hingga pandangku menembus bukit Tursina
dan kemudian aku langkahkan kaki gontai
menuju Makam prajurit Allah,

senja itu terasa murung, hingga pengap
menusuk selangkangan jiwa,

kemudian aku bertanya,
adakah makna2 ketika kau terpendar oleh keta'adaan
tak ada sedikitpun jawab dari semua tanya
semua berlalu,
dan kudengar lewat mimpi muramku
segeralah bangkit oleh keta'adaan

tak usah kau risau akan semua kedzoliman
semua adalah tirai penghubung antara"AKU dengan mu
Ya Rob, bangunkan sadarku sa'at ini
aku tlah pingsan oleh wajah2 cantik dunia,
wajah cantik penebar janji......
Ya Rob, sekali lagi tenggelamkan semua dukai ini,
balas lah dengan bala' mu
seperti kau tenggelamkan kaum Nuh dengan tangan Mu

Ya Rob, di balik murungku ini,
adakah cerita2 yg belum kau sampaikan untuk ku

Ya Rob, kirimkanlah seribu malaikatmu pada tiap malamku
kirimkan jingga bidadari tercantik Mu untuk ku.....


Ruang Pengap Oct 2009

26 September 2009

Dan kemudian,
aku terbangun oleh kilau cinta,

dari senyum2 yg seakan pudar,
oleh kalam2 cinta,
kau haturkan segala pengap
lewat janji-janji mu

dan kemudian,
tanpa sadar kau telah menghujamkan
mata pisau,
tepat pada sa'at aku terkapar,
terkapar dari pingsan separo abad yg lalu,

dan kemudian aku berjalan,
dengan sedikit peluh,
dengan sedikit darah memerah

dan kemudian,
aku lewati lorong2 pengap
seraya bertanya,
akankah kau penuhi janji-janji manismu ?

Puisi jingga tak bernyawa,
seakan menertawakan tangis sang pujangga,
hai kau maha bijak, dimana kau tancapkan seribu cintamu,
dan kau hanya tersenyum,
ini lah hidupmu,
kau akan melewati buah manis dari surga,
dari penggalan-penggalan hidup yg penuh makna......

Ruang Pengap 26 Sep 2009

Kopi Pekat Lewat Malam Panjang

Dan aku bergurai sedikit dengan Mu Ya Allah,
lewat firman-firman Mu yg sedikit ku lupakan,
lewat " percinta'an ku" dengamu.

kau layangkan segenggam kebahagiaan selama ini,
hingga aku takjub dalam buaian semu,
dan kemudian kau tampar aku dengan Tahajut malam
lewat tangis akan sesal dosa2 ku,

Kopi pekat lewat malam panjang,
dengan sedikit peluh ku haturkan semua lara,
kau temani aku dg semilir angin panas
mendesah melewati "ruang pengap" ku

kemudian aku takjub oleh desiran angin pagi
oleh dentuman adzan Subuh yg seakan menempelengku
oleh kalam2 mu Ya Allah.

dan kemudian aku bangkit seraya mengabiskan kopi pekat ku
dengan sedikit nama yg kusebut,
nama2 yg tak pernah pudar oleh kehangatan cinta Mu
Ya Rochman, Ya Rochim........
akan kah kau tuangkan kopi pekat pada tiap malam ku

Ruang Pengap Nov 2009