Suara desing pesawat itu masih terdengar sa'at ini
sangat jelas, bahkan terlalu lembut ku dengar,
aku hanya mampu melihatmu lewat tirai kaca,
lewat tulisan telpon genggam ku yang mulai usang,
hampir, hampir tiap detik kita berbalasan lewat tulisan SmS
aku terus menulisakan kata-kata manjaku,
mungkin aku lagi kangen, mungkin juga aku lagi "gila"
bahkan tak sadar tetes air mata mulai membasahi
"Sweater" yg beberapa hari kau berikan padaku.
aku merasa ada yang hilang dlm diriku,
sepi tepatnya.
aku merasa mungkin inilah hal terberat
yg pernah ku alami.
aku ingat betul kau tepat melempar senyum untukku
senyum yg selalu menghiasi mimpi-mimpi indahku
senyum yg slalu kau taburi cinta.
ma'af aku tak kuasa cinta,
aku bener-bener lusuh sa'at itu.
sebentar suara pesawat menderu,
aku menoleh lagi, melewati bingkai kaca
yg seakan mengekangku,
ternyata bukan selorohku.
sebentar bunyi sms mengalun merdu,
seakan menggoda tuk segera ku baca.
bener, kau tuliskan kata2 indahmu.
"Insya'allah 5 menit lagi take of Yank"
Benar aku tak mampu menuliskan sedikit katapun,
aku hanya bisa mendesah, bahkan jemariku tak sanggub
membalas sms mu, ma'afkan aku cinta.
aku mulai beranjak dari tempat duduk-ku
aku pandangi burung besi yang mulai memutari
bandara yg baru saja di resmiikan
sebentar pasti aku akan goyah, mata air yg sedari
tadi tak terbendung, meulai membanjiri "sweater" indahmu
ma'af aku terlalu cengeng untuk itu,
aku tak sanggup barang sedikitpun tuk tak melihatmu,
bahkan mata penaku pun mulai lemah tu mengeja rasa.
dan aku pun hanya sanggup melihat senyum indah mu sayang.
tolong sekali lagi ma'afkan penyair ini,
penyair cengeng yang hanya mampi beradu dalam tulisan.
sayang, ukirlah dunia dengan pena yg tlah ku titipkan untuk-mu
rengkuhlah semua mimpi yang kau tulis dalam mimpi2-mu
sayang 'ku kan slalu hadir dalam tiap detik nafasmu.
Ruang Pengap 18/10/08.
Tolong kabari aku segera, pasti ku kan menjemputmu.....Sayang
Monday, October 20, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment