Matahari mulai menampakkan hidungnya, seakan menelanjangi kabut
yang mulai malas tuk berkemas dri tidurnya. riuh suara jangkrik mulai reda seakan tau hari telah habis untuknya, habis tuk suarakan kidung malam. dengan lembut sang surya menebar ke segala penjuru. dari bilik kamarku aku terbangun tepat sa'at kumandang adzan subuh telah lewat. aku mulai melangkahkan kakiku yang seakan malas tuk beranjak. bangun, bangun ku dengan suara gaduh dari luar kamarku, seperti biasa tiap pagi buta ponakanku yang cerewet mulai membangunkan kesadaranku. "duh mulai "radio rusak" aku memanggilnya, mulai gedor2 pintu kamarku yang mulai lapuh di makan rayap-rayap. benar aku tak kuasa tu keluar dari bilik kamarku. dengungan suara TV mulai mengoyak lamunanku, sebenarnya aku tak ingin bangun dari tidurku, aku ingin meneruskan mimpi-mimpi kelamku, tapi....ach sekali lagi suara si kecil Deas mulai memanggilku. Om jelek, Om jelek.........bangun subuh terianya, terus sampe aku keluar baru berhenti, itu yang selama ini terjadi.
Aku inget betul, pertanya'an apa yang kerap kali muncul tiap aku menatapnya, "Om Jelek punya permen, Punya kan ? tak ambil sendiri ya di tas-nya Om". "Waduh baru kepikiran, mati aku, padahal banyak dokument di dalem, bisa2 di acak2 nich" tapi urung semua niatan si kecil Deas. Buru-buru sang ibu memanggilnya, "Ade' kecilin suara TV-nya, Bapak masih tidur.
seperti biasa tak sedikitpun di gubris seruan sang ibu.
.................
.......................
..............................
....................................to be continued
Thursday, August 28, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment