Thursday, June 14, 2007

Secangkir Kopi Bersama "Tuhan"

Paruh mata senyap pada hening malam,
Kelam hanya kalam hanyutkan buaian,
Satu persatu dendang terlewatkan
Lalu datang dan bergumam,
Kepada siapa kau haturkan nyanyian itu,
Apakah raga atau kah jiwa kering kau pamerkan
Bukan jawabku,aku hanya ingin berdua dengan ‘Mu
Hidangkan secangkir kopi hitam pekat,
Entah sampai kapan, pujian-pujian ini ‘ku haturkan
Hanya pada ‘Mu,
Sampai esok, entah sampai kapan
Kalam-kalam ini ku haturkan.


Ruang Pengap ‘07

No comments: